Media sosial kembali diramaikan oleh curhatan seorang ibu rumah tangga yang menyuarakan realitas pahit di balik tugas domestik. Akun Instagram @selvi_komaru_zaman mengunggah video yang menunjukkan kondisi rumahnya yang kacau balau: tumpukan pakaian kotor menggunung, piring kotor berserakan di wastafel, dan lantai dapur yang penuh barang. Video ini sontak viral dan ditonton lebih dari 1,8 juta kali.

Beban saat Ibu Tumbang

Dalam video tersebut, Selvi — sapaan akrabnya — mengaku sedang tidak enak badan dan anaknya juga sakit. Ia harus tetap membereskan rumah meski tubuh lemas. “Ini yang terjadi saat kamu tinggal di rumah yang menganggap kebersihan cuma tanggung jawab wanita,” ujarnya. Ia menyadari, saat seorang ibu tumbang, seluruh rumah ikut berantakan. Padahal, yang tinggal di rumah bukan hanya satu orang.

“Yang makan bukan cuma satu orang. Yang pakai barang banyak. Yang bikin rumah berantakan juga banyak. Tapi anehnya, urusan beres-beres selalu identik sama ibu atau istri,” ungkapnya. Ia menambahkan, perempuan sering dituntut harus bisa masak, rapi, sigap, dan kuat, sampai-sampai merasa bersalah saat mengaku lelah.

Pesan untuk Keluarga

Selvi berharap curhatannya bisa membuka mata banyak pihak. Menurutnya, pekerjaan rumah adalah siklus tanpa akhir yang nilainya sering tak terlihat. “Padahal kalau dihitung dari bangun pagi sampai malam, kerjaan gak berhenti,” katanya. Ia menekankan perlunya kerja tim dalam keluarga, di mana suami dan anak-anak ikut berpartisipasi, bukan hanya membebankan semua pada istri.

Warganet pun ramai memberikan dukungan. Banyak yang menyarankan agar anak laki-laki diajari pekerjaan rumah dasar sejak dini untuk memutus rantai patriarki. “Peluk dari kejauhan, semoga ‘orang rumah’ sadar dan mau bantu,” tulis salah satu netizen.

Refleksi Kehidupan Nyata

Bagi Selvi, video ini bukan sekadar keluhan, melainkan refleksi bahwa kontribusi ibu rumah tangga sering dianggap remeh. “Saya ingin menyampaikan bahwa menjaga rumah seharusnya menjadi tanggung jawab bersama seluruh anggota keluarga, bukan hanya satu orang saja,” tutupnya. Curhatan ini menjadi pengingat bahwa kesejahteraan ibu adalah kunci kebahagiaan keluarga, dan pembagian tugas yang adil adalah langkah awal yang penting.

Reporter: Redaksi